Kamis, 14 Maret 2013

SAKSI YAHOVA (Pandangannya Terhadap Teologi Anugerah, Baptisan, dan Perjamuan Kudus)


SAKSI YAHOVA
(Pandangannya Terhadap Teologi Anugerah, Baptisan, dan Perjamuan Kudus)

I.                   PENDAHULUAN
Permasalahan mengenai Teologia Anugerah, Baptisan dan Perjamuan Kudus merupakan topik yang cukup hangat dibicarakan dalam kehidupan gereja. Perbedaan pandangan masalah ini menyebabkan lahirnya berbagai aliran dalam sejarah gereja. Memang permasalahan tentang teologia Anugerah telah selesai dibahas di dalam Sinode Kartago pada tahun 411 dan juga daam sinode Orange pada tahun 529. Namun, pada perkembangannya, permasalahan ini tetap tidak selesai. Hasil sinode Orange melahirkan tiga pandangan menenai masalah jalan keselamatan, yaitu; Teologia Agustinisme, Teologia Jalan Modern dan Teologia Jalan Lama. Kemudian masalah baptisan difokuskan pada fungsi dan makna baptisan itu serta tekhnis pelaksanaanya. Masalah Perjamuan Kudus difokuskan kepada bagaimana cara Kristus hadir dalam perjamuan tersebut, apa manfaat perjamuan kudus dan bagaimana cara kerja Perjamuan Kudus itu.
Pada tugas penelitian lapangan ini, peneliti akan mencoba menggali bagaimana sebenarnya pandangan Saksi Yehuwa terhadap permasalahan yang sudah kami angkatkan diatas. Dan untuk mencapai itu maka peneliti akan melakukan kunjungan dan sekaligus melakukan waawancara dengan pihak yang terkait.

II.                PEMBAHASAN
            Sekilas Sejarah Saksi Yahova
Gerakan Saksi Yahuwa muncul ketika terjadi kemelut dan kekosongan rohani di Amerika Serikat sebagai akibat dari mewabahnya Rasionalisme dan Materialisme. Konsep Rasionalisme dan Materialisme ini muncul sebagai akibat dari datangnya era industri sejak abad ke-18. Gerakan ini dibentuk oleh seorang tokoh yang bernama Charles Tase Russel (1852-1916). Ia lahir pada tanggal 16 Februari 1852 di Allegheny dekat Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia adalah anak dari pasangan kaya raya yang bernama Joseph L. Russel dan Anna Eliza. Pada awalnya ia adalah anggota gereja Presbyterian. Namun pada usia 17 tahun ia keluar dari gereja tesebut karena ia tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah dan ia juga menolak keberadaan neraka.
Ia kemudian masuk gereja Seventh Day Adventist sehingga ia dipengaruhi oleh aliran ini mengenai masalah perhitungan tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Pada tahun 1870 sewaktu masih menjadi anggota gereja ini, ia memperoleh wahyu untuk mengungkapkan rahasia-rahasia Alkitab. Ia adalah seorang yang gemar mendalami teologia dan pada tahun 1872 ia membentuk kelompok pemahaman Alkitab yang selalu berhimpun untuk mempelajari kitab suci mengenai Kerajaan Yehuwa dan kedatangan Kristus yang kedua kali.
Pada tahun 1874 ia menerbitkan risalah tentang “Maksud Dan Sifat Kedatangan Tuhan Yesus Kedua Kali”, dan pada tahun 1877 ia menerbitkan selebaran dengan judul “Tiga Alam” atau “Rencana Pelepasan Dari Dosa”. Di dalam risalah ini ia menceritakan kehadiran Kristus di bumi secara rahasia sejak tahun 1874, dan tentang masa peralihan yang berlangsung selama 40 tahun yang akan berakhir pada tahun 1914 dan akan disusul dengan datangnya kerajaan seribu tahun.[1] Pada tahun 1879 ia memisahkan diri dari gereja Advent dan mendirikan Watch Tower Bible and Tract Society. Ia juga menerbitkan majalah yang berjudul “Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence”. Kedua majalah ini berisi ajaran tentang penafsiran Alkitab. Pada tahun 1909 ia memindahkan pusat perkumpulan ini dari Pittsburg ke Brooklyn, New York dan juga dibentuk International Bible Students Association di Canada dan di Inggris. Ajaran Russell sangat dipengaruhi oleh Adventist dan juga ajaran Christadelphia yang sudah lebih dahulu berdiri di Amerika Serikat pada tahun 1838. hal ini dapat dilihat dari Alkitab terjemahan Christadelphia yang sering dipakai oleh Russel dan Saksi Yehuwa yang lain. Gerakan Christadelphia didirikan oleh John Thomas yang lahir di London pada tahun 1805. Pada tahun 1832 ia bermigrasi ke Amerika Serikat. Adapun beberapa ajaran Christadelphia yang dianut Saksi Yehuwa antara lain: tidak mengaku Tritunggal, Yesus dipercaya bukan sebagai Anak tetapi sebagai manifestasi roh Allah yang ada di dalam diri manusia, Kristus baru ada setelah Yesus lahir dan Yesus tidak dipercaya sebagai Tuhan. Roh Kudus hanya dipercaya sebagai perseonifikasi dosa kedagingan. Kematian Yesus hanya merupakan ekspresi kasih Allah yang perlu dalam penebusan dosa tetapi Yesus tidak dapat menebus dosa manusia.
            Setelah Russel meninggal, jabatan sebagai presiden Saksi Yehuwa dipegang oleh seorang ahli hukum yang bernama Joseph Franklin Rutheford (1869-1942).[2] Ia semula adalah anggota gereja Baptis yang tidak puas dan keluar setelah ia mempelajari buku-buku Russel pada tahun 1894. pada tahun 1906 ia masuk aliran ini. dibawah kepemimpinannya dibentuk pemerintahan teokrasi dimana ia memerinntah sebagai diktator dan ia juga meninggalkan sistem pemerintahan yang demokratis. Ia menyebut organisasi ini dengan nama “Persekutuan Dunia Baru” atau “New World Society”. Pada masa pemerintahannya anggota Saksi Yehuwa menunjukkan militansi yang luar biasa. Pada masa Perang Dunia I, ia mengajarkan agar pengikutnya menolak memberi hormat kepada bendera dan wajib militer. Oleh karena itu, ia ditangkap pada tahun 1918 dan pada tahun 1919 ia dikeluarkan kembali. Ia menyatakan bahwa pemerintah-pemerintah dunia maupun organisasi gereja adalah alat iblis. Ia banyak menulis buku. Salah satunya adalah “Awake” (sadarlah). Sama Saksi Yehuwa diresmikan pemakaiannya ketika dilangsungkan pertemuan besar gerakan ini pada tahun 1931 di Columbus, Ohio.
            Ia digantikan oleh Nathan Homer Knorr (1905-1977). Knorr dilahirkan di Pennsylivania dari pasangan Donel Ellsworh dan Estella Bloss pada tanggal 23 Apri 1905. pada tahun 1932 ia diangkat sebagai general manager di kantor penerbitan Watch Tower Society. Tahun 1940 ia diangkat sebagai wakil presiden dan setelah kematian Rutherford ia diangkat sebagai presiden ke tiga. Ia mendirikan pusat latihan Alkitab di Brooklyn pada tahun 1943 dengan nama “Gilead School Of The Bible”. Pada masa pemerintahannyalah mulai dirintis pelayanan keluar negeri. Pada masa Knorr, Saksi Yehuwa mengalami perkembangan pesat dan masa keemasan sebab bila sebelumnya mereka hanya melakukan usaha penyebaran melalui radio, piringan hitam dan bahan literature, maka dibawah Knorr mereka mulai melakukan penyebaran dengan cara indoktrinisasi melalui dialog langsung.
            Pada masa ini dimunculkan suatu ajaran baru yaitu larangan untuk melakukan transfusi darah. Ia juga menerbitkan Alkitab Perjanjian Baru sendiri yang disebut dengan “The New World Translation Of holy Scripture” pada tahun 1950 dan sepuluh tahun kemudian terjemahan Perjanjian Lama. Pengganti Knorr adalah Frederick W. Franz. Ia adalah anak dari Frederick Edward Franz dengan Louse Kreuger yang lahir pada tanggal 12 September 1893 di Kentucky. Semboyan Franz yag terkenal adalah “My Hope is for Jehovah’s Kongdom to come for blessing of all mankind” (harapanku adalah kerajaan Yehuwa datang untuk menjadi berkat bagi seluruh umat manusia).

            Pandangan Saksi Yahova Mengenai Teologia Anugerah
Menurut pandangan mereka ada banyak sekali Allah. Namun, hanya ada satu Allah yang benar yaitu Allah yang bernama Yehuwa (Yes. 48:17-18; Mzm. 83:9). Oleh karena itu, mereka berusaha menerbitkan terjemahan Alkitab dunia baru sebab dalam Alkitab terjemahan LAI tidak ada lagi ditemukan nama Yehuwa dan nama itu telah diganti dengan sebutan TUHAN. Selain itu penerbitan ini juga bertujuan agar Alkitab lebih mudah untuk dimengerti. Allah Yehuwa pada dasarnya tidak mengetahui bahwa manusia akan memakan buah yang dilarang itu. Dosa itu sendiri berasal dari hati manusia. Hal ini sejalan dengan penyebab lahirnya setan. Yehuwa sebenarnya tidak menciptakan setan. Setan adalah malaikat Allah yang ingin menjadi sama dengan Allah. Setan itu pada akhirnya mempengaruhi malaikat yang lain sehingga sepertiga dari malaikat Allah menjadi pengikutnya. Secara harafiah dosa itu dapat diartikan sebagai pelanggaran terhadap hukum Allah. Hukum Allah itu adalah aturan yang harus ditaati oleh manusia. Maka pelanggaran akan hukum Allah itulah yang dikenal dengan dosa sesungguhnya. Selain itu, dosa juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak mengenai sasaran. Allah telah menetapkan hukum tetapi manusia gagal memenuhi sasaran hukum itu. Dosa juga dapat diartikan sebagai ketidakadilbenaran, pikiran yang tidak bersih dan adanya motif untuk mementingkan diri sendiri. Apakah yang dimaksud dengan hukum itu? Hukum adalah kebenaran dan kebenaran itu adalah segala sesuatu yang tertulis dalam Alkitab mulai dari Kejadian sampai Wahyu.
Saksi Yehuwa sangat menghargai penebusan Yesus di kayu salib. Tidak ada keselamatan tanpa kematian Yesus. Yesus telah turun ke bumi untuk menjadi penebus sehingga ada kehidupan yang kekal. Yesus adalah pekerja yang ahli, Ia adalah putra sulung, penebus dosa sekaligus teladan. Oleh karena itu mereka melakukan tugas pelayanan penginjilan karena itu adalah perintah yang wajib untuk dilakukan. Doa-doa juga harus disampaikan melalui Yesus. Untuk mendapatkan keselamatan itu Saksi Yehuwa harus rajin menginjili dan juga rajin berhimpun. Kedua hal ini sangat membantu kita untuk memperoleh keselamatan. Tugas penginjilan yang dilakukan adalah untuk membantu orang lain mendapat keselamatannya. Yesus tidak sama dengan Allah. Ia hanya gambaran Allah yang diciptakan. Yesus adalah ciptaan sehingga ia sama dengan Adam. Ada beberapa alasan sehingga Saksi Yehuwa megangkat Yesus sebagai Juru selamat, yaitu:
  1. Dia adalah ciptaan yang sulung. Ia mempunyai awal dan ia hidup bergaul dengan Allah. Dalam pergaulan ini pastilah Yehuwa mengenal siapa Yesus itu sebenarnya dan Yehuwa melihat Yesus mampu untuk memiliki kuasa itu.
  2. Pada waktu penciptaan Yehuwa bersama dengan Yesus. Sehingga kuasa yang dimiliki oleh Yesus merupakan pemberian dari Allah Yehuwa. Ia memperoleh hak istimewa itu karena Yehuwa sudah lebih dahulu mengenal diriNya.

            Pandangan Saksi Yahova Mengenai Baptisan
Saksi Yehuwa tidak mengenal istilah sakramen. Adapun alasannya adalah agar setiap anggota saksi mengetahui apa yang sedang mereka lakukan sebab tidak tertutup kemungkinan ada anggota saksi yang berpendidikan rendah dan tidak mengenal istilah itu. Saksi Yehuwa dibaptiskan setelah mereka memiliki pengetahuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa iman atau pengetahuan membimbing kepada baptisan. Bagi mereka bapttisan itu bukanlah perintah dari Allah Yehuwa tetapi merupakan suatu pola kegiatan yang mengikuti teladan Yesus sebagai lambang pembaktian diri, perjanjian dan bakti kepada Yehuwa. Baptisan yang dilakukan bukan dengan percikan tetapi dengan diselamkan dan seluruh tubuh diselamkan di dalam air dibiarkan sebentar dan kemudian diangkat. Dibenamkan berarti meninggalkan sifat yang lama ataau kehidupan yang lama. Diangkat berarti beranjak kedalam kehidupan yang baru. Baptisan tidak berlaku kepada bayi karena bayi belum mampu untuk melakukan pengakuan. Adapun tempat yang Saksi Yehuwa dipilih untuk melakukan kegiatan pembaptisan adalah kolam renang atau bak air, dimana seluruh badan ditenggelamkan. Ada beberapa syarat bagi orang yang ingin mengikuti perjamuan yaitu;
  1. Memiliki pengetahuan
  2. Memiliki tingkah laku yang baik
  3. Memiliki peranan dalam memperoleh keselamatan
  4. Mampu dan memiliki kemajuan rohani
  5. Sudah melakukan kegiatan penginjilan
Bagi orang-orang idiot atau cacat mental, ada pengecualian dari Yehuwa. Artinya, tidak ada jaminan bahwa orang-orang tersebut tidak memperoleh keselamatan. Hal itu merupakan rencana dan anugerah dari Yehuwa. Siapakah yang berhak untuk membaptis? Yang berhak untuk membaptis adalah petugas-petugas khusus. Mereka adalah para penatua dan para perintis. Mereka dikoordinir oleh pimpinan pusat untuk menyatakan apakah mereka layak untuk melakukan pelayanan itu atau tidak. Informasi ini diperoleh melalui sidang-sidang saksi.

            Pandangan Saksi Yahova Mengenai Perjamuan Kudus
Ada beberapa dasar Alkitabiah pelaksanaan perjamuan kudus yaitu:
  1. Yesus sebelum disalibkan, Ia mengadakan kegatan tersebut.
  2. Yesus tidak memberikan tubuh dan darahNya tetapi ia hanya memberikan roti dan annggur sebagai lambang. Oleh karena itu Saksi Yehuwa menganggap bahwa roti dan anggur itu juga hanya sebagai lambang dan hanya dilakukan sekali dalam setahun.
c.       Tidak semua orang berhak makan roti dan minum anggur tersebut. Hanya beberapa orang saja yang bisa makan roti dan minum anggur. Peserta yang lain hanya melihat lambang atau gambar roti dan anggur tersebut. Adapun syarat-syarat agar seseorang bisa makan roti dan minum anggur adalah:
1.      Memiliki panggilan sorgawi
2.      Memiliki pengharapan akan hidup di sorga
3.      Merupakan golongan kaum yang terurap
4.      Merupakan hamba yang budiman
            Ketentuan ini dibuat sebab pelaksanaan perjamuan kudus berhubungan dengan kerajaan Yehuwa. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang diberikan kepada orang-orang yang haus di bumi. Kerajaan Allah itu bukanlah suatu perasaan tetapi ia sungguh-sungguh nyata (Mat. 24:14; Dan 2:44). Yehuwa adalah raja kerajaan tersebut dan 144.000 orang terpilih adalah kabinetNya dan seluruh saksi-saksi Yehuwa adalah warga kerajaan itu.
            Adapun tujuan dan manfaat perjamuan kudus itu adalah:
1.      Peringatan akan kematian Yesus
2.      Sebagai korban tebusan dimana melalui kegiatan ini kedudukan manusia sebelum jatuh ke dalam  dosa diperbaiki.
3.      Mengembalikan manusia ke Taman Eden yaitu suatu taman yang ada dibumi sebagai perwujudan dari langit dan bumi yang baru.
            Langit yang dimaksud adalah tempat pemerintahan Yehuwa sedangkan bumi adalah gambaran manusia atau masyarakat. Perjamuan kudus ditetapkan pada tanggal 14 Nisan tiap tahunnya. Jadi bukan tetap pada hari jumat. Di dalam pelaksanaan perjamuan itu yang ditekankan adalah hikmat perayaan itu bukan firman. Oleh karena itu, firman yang disampaikan harus berfokus pada malam sebelum kematian Yesus.

III.             KESIMPULAN
Dari pemaparan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa menurut Saksi Yehuwa keselamtan itu merupakan anugerah penebusan dari kematian Yesus Kristus. Namun, keselamatnan itu dapat disempurnakan dengan melakukan tugas wajib yaitu penginjilan dan menghadiri perhimpunan-perhimpunan Saksi Yehuwa. Baptisan itu merupakan lambang pebaktian, penginjilan dan bakti kepada Allah Yehuwa. Pengetahuan atau iman merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan baptisan. Pelaksanaannya dengan metode selam di tempat-tempat tertentu. Kegiatan ini dilayani oleh petugas-petugas khusus. Perjamuan kudus itu merupakan peringatan atau memorial terhadap apa yang sudah dilakuakan dan diperintahkan oleh Yesus. Roti dan anggur hanya dapat dimakan dan diminum oleh orang-orang tertentu saja sebab kegiatan ini sangat berhubungan dengan kerajaan Yehuwa. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk makan roti dan minum anggur. Dalam pelaksanaannya firman digunakan untuk melengkapi hikmat perayaan ini sebab yang paling diutamakan adalah hikmat perayaan perjamuan kudus ini. Kegiatan ini hanya dilakukan sekali dalam setahun tepatnya tanggal 14 Nisan setiap tahun.

IV.             DAFTAR PUSTAKA
Aritonang, Jan S., Berbagai Aliran Di Dalam dan Disekitar Gereja, Jakarta: BPK-GM, 1996

Herlianto, Saksi Yehuwa, Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2002


[1] Herlianto, Saksi Yehuwa, Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2002, hlm. 16
[2] Jan S. Aritonang, Berbagai Aliran Di Dalam dan Disekitar Gereja, Jakarta: BPK-GM, 1996, hlm. 322

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar